Munajat Malam Selawe 1447 H: Menjemput Berkah, Menguatkan Ukhuwah, dan Merawat Tradisi Ulama
🙍🏻♂️faris 🕓 14 Maret 2026
Munajat Malam Selawe 1447 H: Menjemput Berkah, Menguatkan Ukhuwah, dan Merawat Tradisi Ulama
🙍🏻♂️faris 🕓 14 Maret 2026
GRESIK – Suasana khidmat menyelimuti Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Ribuan jamaah memadati area religi dalam rangka gelaran Munajat Malam Selawe menyambut sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara yang dimulai tepat setelah sholat tarawih ini menjadi momentum spiritual bagi masyarakat Gresik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dengan mengusung tema "Menjemput Berkah Ramadhan, Menguatkan Ukhuwah, dan Merawat Tradisi Ulama," agenda tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol keberlanjutan warisan dakwah para wali di tanah Giri.
Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran dua pimpinan daerah Kabupaten Gresik. Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB. (Gus Yani), hadir bersama Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.HP. Keduanya tampak membaur bersama para ulama, tokoh masyarakat, dan ribuan warga dalam balutan doa yang menggema.
Dalam sambutannya, Gus Yani menekankan bahwa Malam Selawe adalah identitas budaya dan agama yang unik bagi Gresik.
"Malam Selawe adalah warisan luhur. Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk berburu pahala, tapi juga untuk memastikan bahwa ukhuwah islamiyah di antara warga Gresik tetap kokoh. Kita menjaga tradisi yang telah diajarkan oleh para guru dan ulama kita terdahulu," ujar Bupati.
Tema yang diangkat tahun ini memiliki makna mendalam bagi perjalanan Kabupaten Gresik ke depan:
Menjemput Berkah Ramadhan: Memasuki fase itqun minannar (pembebasan dari api neraka), Munajat Malam Selawe menjadi sarana muhasabah kolektif agar keberkahan melimpah bagi seluruh warga.
Menguatkan Ukhuwah: Di tengah keberagaman, kehadiran seluruh elemen masyarakat membuktikan bahwa persatuan adalah modal utama pembangunan daerah.
Merawat Tradisi Ulama: Sebagai "Kota Santri", Gresik berkomitmen menjaga ritual keagamaan yang digagas oleh para ulama terdahulu agar tidak tergerus zaman.
Sejak sore hari, peziarah dari berbagai penjuru kota bahkan luar daerah telah memadati kawasan Makam Sunan Giri. Selain diisi dengan pembacaan dzikir, istighosah, dan doa bersama, acara ini juga membawa dampak positif bagi ekonomi lokal melalui pasar kaget yang menjadi ciri khas setiap perayaan Malam Selawe.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh jajaran ulama sepuh Gresik, memohon keselamatan dan kemakmuran bagi bangsa, khususnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik.
Penulis: Tim Media Satkorcab Banser Gresik
Editor : Infokom Banser Gresik